Tidak Perlu Khawatir Karena Ada JKN-KIS Melindungi Keluarga Kami

redaksi
Dumai, Jamkesnews " Rosna Kasih Fitria (37), tinggal di jalan Abdul Rabkhan Bukit Timah. Rosna begitu biasanya ia disapa saat dijumpai di Puskesmas Bukit Timah sedang membawa anak ketiganya untuk berobat. ”Tadi malam anak saya tidak enak badan, saya khawatir kalau tidak cepat dibawa berobat nanti sakitnya makin menjadi apalagi sekarang masih masa pandemi kita harus waspada dan cepat tanggap,”ujar Rosna (08/03).

Sejak awal Rosna sudah memperhatikan kedatangan Duta BPJS Kesehatan di Puskesmas Bukit Timah seolah-olah banyak hal yang ingin disampaikannya, ia berterima kasih dengan kedatangan BPJS Kesehatan menyapa langsung kelapangan seperti ini. Menurutnya terkadang ada hal-hal menyangkut pelayanan yang belum diketahui peserta yang ingin ditanyakan.

Dari pertemuan tersebut Rosna banyak bercerita tentang pengalamannya selama menjadi peserta JKN-KIS. ”Satu hal yang patut disyukuri dengan adanya program JKN-KIS dari pemerintah betul-betul meringankan beban masyarakat, dulu sebelum ada JKN-KIS ini susahnya kalau sudah sakit menyiapkan biaya berobatnya kadang juga terpaksa harus berhutang,” ungkap Rosna.

Rosna dan keluarga terdaftar sebagai peserta dari segmen PBI APBN, sudah beberapa kali ia memanfaatkan kartu JKN-KIS nya untuk berobat dia beserta keluarganya. ia sendiri pernah dioperasi (SC) waktu melahirkan anak ketiga, beruntung ada kartu JKN-KIS sehingga Rosna dan suami tidak perlu khawatir, suami dan anak-anak Rosna juga pernah dirawat di rumah sakit menggunakan Program JKN-KIS.

”Mengenai pelayanan sejauh ini tidak ada masalah, di Puskesmas pelayanannya sangat tertib mulai dari antrien sampai dengan pengambilan obat di apotik semuanya diatur dengan baik. Begitu juga halnya dengan rumah sakit pokoknya tidak ada masalah apalagi petugasnya ramah-ramah dengan dilayani dengan baik saja penyakit kami sebagian sudah hilang,” tutur Rosna.

Ia berharap program JKN-KIS ini tetap dipertahankan karena sangat membantu masyarakat, terlebih masyarakat menengah ke bawah yang sangat berdampak dengan pandemi Covid-19. (Rilis)