Saya Bersyukur Memiliki Kartu JKN-KIS, Sangat Membantu dan Bermanfaat Bagi Saya dan Keluarga

redaksi
Dumai, Jamkesnews " M. Ya’kub (38) berdomisili di Jalan Paus, Gang Kirana, Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, adalah salah satu dari sekian juta orang yang telah merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN"KIS).

Lelaki yang berprofesi sebagai guru ngaji ini telah beberapa kali dirawat karena asam lambung yang dideritanya.

“Terakhir seingat saya bulan Agustus 2020, ketika itu saya hendak pergi mengajar tiba-tiba saya merasakan hangat dan perih di ulu hati saya namun saya paksakan juga pergi mengajar, malamnya sepulang dari mengajar saya benar-benar tidak tahan lagi dan sayapun langsung dibawa ke rumah sakit oleh keluarga," kenang Ya’kub.

Ya''kub terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen PBI APBN. Dia bersyukur dengan adanya program JKN-KIS sangat membantu meringankan beban masyarakat terlebih pada masa pandemi ini sangat berdampak pada kehidupan ekonomi.

“Syukurlah ada program JKN-KIS sangat membantu dan bermanfaat, tahun lalu saya sempat dua kali dirawat karena penyakit asam lambung saya, Alhamdulillah dengan adanya kartu KIS ini semuanya dijamin tidak ada biaya serupiahpun yang saya keluarkan, terang Ya’kub sambil memperlihatkan kartu KIS miliknya.

Menjadi seorang guru ngaji yang mengajarkan secara private, setiap hari Ya’kub berkeliling mendatangi dari rumah ke rumah dengan mengendarai sepeda motornya. Tentunya kondisi ini menuntutnya untuk memiliki kesehatan yang prima.

“Setiap hari selepas sholat ashar saya sudah keluar rumah mendatangi satu persatu murid-murid ngaji saya, nanti pulang kerumah bisa sampai pukul sembilan atau sepuluh malam,” imbuhnya.

Ya’kub menceritakan suka dukanya mengajar secara privat, ”Saya setiap hari pergi mengajar kecuali hari Kamis karena malamnya ada yasinan di Musholla dekat rumah, yang jadi kendala saya kalau hujan ketika mau berangkat atau saat berada d ijalan makanya saya selalu membawa mantel hujan dibawah jok sepeda motor saya," ungkapnya.

Sebagai guru privat tentunya penghasilan beliau tidak tetap, tergantung banyaknya murid dan honor yang diberikan karena ia tidak menetapkan besaran honor dari jasa mengajarnya.

“Saya tidak pernah menetapkan besaran honor saya, ya berapa ikhlas mau diberikan saja yang penting berkah dan ilmu yang saya berikan bisa bermanfaat,” ucapnya.

Terkait program JKN-KIS, dia berharap program ini tetap terus dipertahankan dan ditingkatkan karena sangat membantu masyarakat terutama masyarakat yang tidak mampu atau yang tidak mempunyai penghasilan tetap.

“Saya berharap melalui program JKN-KIS ini pemerintah dapat mengurangi beban masyarakat, sejak pandemi covid-19 ini kondisi ekonomi makin tidak menentu lapangan pekerjaan makin sulit didapat, dengan adanya program JKN-KIS ini sudah lepas satu beban masyarakat yakni masalah biaya kesehatan," tutupnya. (Rilis)