JKN-KIS Menjamin Biaya Berobat Suami Saya

redaksi

Xnewss.com,Dumai, Jamkesnews " Warsiati (34) adalah seorang ibu rumah tangga yang saat ini kondisinya sedang hamil tua, kehamilan anak ke 2 ini membuat hati Warsiati sedikit bersedih pasalnya suaminya saat ini sedang mengalami sakit paru-paru dan jantung,”Saya hanya bisa berdoa agar suami saya segera diberi kesembuhan, sudah beberapa bulan suami saya sakit dan tidak bisa bekerja,” ungkap Warsiati (22/03).

Suami Warsiati bekerja sebagai buruh yang menerima upah dari jasa pengelolaan perkebunan sawit milik orang pribadi yang ada disekitar Desa tempat tinggalnya. Sejak suaminya sakit, ekonomi keluarga Warsiati semakin memburuk karena suaminya tidak kuat bekerja di kebun selama sakit.

Warsiati terdaftar sebagai peserta program JKN-KIS dari segmen PBI APBN yang seluruh iurannya dibayarkan oleh pemerintah, selama jadi jadi peserta Warsiati belum pernah mengalami sakit yang serius hingga harus dioperasi atau dirawat inap.

”Mudah-mudahan jangan sampai mengalami, saya belum pernah sakit berat hingga harus dirawat, paling cuma pusing biasa dibawa bekerja juga hilang, melahirkan inipun nanti menurut perkiraan dokter bisa secara normal,” ungkap Warsiati.

"Beberapa waktu silam ada penyuluhan (edukasi) mengenai Mobile JKN dari Puskesmas, yang masih saya ingat kalau kita mau berobat bisa mendaftar menggunakan ponsel, bisa melihat data kita dan keluarga, bisa untuk mengganti atau pindah Puskesmas dan banyak lagi,” jelas Warsiati bagaimana mudahnya mengakses layanan kesehatan dan administrasi pada era JKN-KIS.

Warsiati juga mengungkapkan rasa syukurnya mendapatkan kartu JKN-KIS dari pemerintah sehingga ia tidak terlalu khawatir mengenai biaya berobat suaminya.

”saat ini suami saya sering keluar masuk Puskesmas dan Rumah Sakit, sebentar-sebentar dia harus ke Puskesmas kadang dirujuk harus dirawat inap di rumah sakit, ya mau bagaimana lagi sudah jalannya ditentukan yang Maha Kuasa kita hanya bisa berdoa dan berusaha, tapi walau bagaimanapun saya wajib bersyukur coba kalau tidak ada JKN-KIS kami tidak tau darimana mendapatkan biaya untuk berobat,” tutupnya. (Rilis)