Warung Remang-remang Disegel Paksa, Dua Peralatan disita Satpol PP dan Camat.

Mass Arie
Wady
XNEWSS.COM DUMAI---Sesuai Intruksi Walikota Dumai , Petugas Satuan polisi Pamong Praja Kota Dumai bersama Pihak Kecamatan Bukit Kapur kembali melakukan razia warung remang-remang dan Permainan Ketangkasan di sepanjang Jalan Sukarno Hatta Kecamatan Bukit Kapur, Jumat 7/5/2021 malam.


Hal hasil sebanyak dua cafe remang remang yang membandel beserta pemandu lagu yang diduga pula sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) diberi sanksi dan warung disegel paksa dengan cara menyita alat sound system nya dan sejumlah botol minuman keras.


Bahwa warung remang-remang memang kerap dijadikan sebagai lokasi hiburan karaoke bagi para lelaki hidung belang. Dimana hingar-bingar musik dangdut disertai lenggak-lenggok belasan gadis berpakaian seksi membuat suasana cafe sederhana itu menjadi layaknya sebuah diskotik, sesuai laporan warga yang merasa tergangu atas kegiatan tersebut.


Maka, operasi rutin gabungan ini membuat aktivitas erotis itu terhenti.

Sejumlah petugas langsung menyisir seluruh sudut ruangan cafe remang remang. Terlihat Botol-botol miras yang berserakan, dicek lalu disita. Sementara gadis pemandu lagu yang di duga pula sebagai PSK, di data untuk diberikan sanksi.


"Jadi ada dua cafe remang remang yang bandel dan beberapa laki-laki yang di data. Sedangkan Barang buktinya botol minuman keras dan peralatan berupa alat musik berupa sound system di sita sebagai tanda penyitaan paksa tutup kepada pemilik cafe remang remang tersebut." ungkap PJs Kasatpol PP Fauzi Efrizal MSI yang di dampingi Camat Bukit Kapur Agus Gunawan Ssos dan Pelda Joko Waldoyo , Serda Roni Chandra.


Sambil malu-malu, para gadis pemandu lagu itu sesekali menutupi bagian wajah. Petugas lantas memeriksa identitas mereka satu-persatu, termasuk seluruh pengunjung yang datang. Setelah diberi pengarahan tentang ketentuan Peraturan Daerah (Perda), petugas juga menjelaskan pelanggar Covid-19.


"Jadi pelanggarannya itu adalah warung ini dijadikan sebagai tempat di duga lokasi prostitusi dan penyediaan miras," jelas Fauzi. Menurut dia, petugas mendapat informasi bahwa warung remang-remang ini tetap buka selama Ramadhan dan Covid 19 meski pemerintah melakukan pelarangan.


"Kita sudah memberikan teguran serta himbauan. Namun masih ada keluhan warga. Maka untuk memastikan informasi warga itu, malam.ini kita lakukan razia , namun di sayangkan razia ini bocor, sehingga banyak warung remang remang yang tutup, terutama warung warung lokasi penyedia mesin permainan ketangkasan yang sudah menjadi target. Kegiatan ini rutin akan dilaksanakan, sehingga pengusaha jera dan masyarakat nyaman," jelas Fauzi.


Disamping itu, tokoh agama dan masyarakat RT09 Bukit Nenas , Zulfikar mengucapkan terimakasih kepada walikota Dumai melalui camat Bukit Kapur dan Kasatpol PP yang telah merazia penginapan diwilayahnya yang kerab dan di duga sebagai tempat mesum.(Ck5)