Tidak Memiliki Izin, Galian C di Dumai Terus Beroperasi

redaksi
Sar
Lokasi Galian C yang terus beroperasi di Kota Dumai.
  • Xnewss.com, Dumai- Sempat dinyatakan merupakan kegiatan ilegal dan sampai saat ini belum memiliki izin pertambangan, nyatanya kegiatan galian C masih terus berlangsung.

  • Meskipun kegiatan-kegiatan galian C tanah timbun tersebut tidak sebanyak sebelumnya namun sejumlah truck pengangkut tanah timbun galian C masih terlihat hilir mudik di jalanan Kota Dumai dengan membawa muatan tanah.

  • Kabid Tata Ruang PUPR, Farid Mufarizal saat dikonfirmasi, Minggu(3/01/2020) mengatakan sampai saat ini belum ada perizinan galian C atau pertambangan mineral dan batu bara (Minerba) di Kota Dumai.

  • "Belum ada izin galian C di Dumai ini dan Dumai belum ada izin kawasan pertambangan dan sampai saat ini kita masih berkoordinasi ke Pemerintah Provinsi Riau untuk adanya kawasan minerba di RTRW Provinsi Riau," ujar Farid.

  • Jika nanti kita tetapkan kawasan pertambangan di Dumai ini kalau hanya luas lahan sekitar 1 sampai 2 hektar, selesai penggalian lahan yang ada tidak bisa dimanfaatkan untuk apa-apa makanya kita mengklasifikasikan RTRW Dumai ada dikawasan pemukiman atau perkebunan.

  • "Kita masih menunggu regulasi pusat terhadap mekanisme untuk pertambangan-pertambangan yang sifatnya rakyat dan kecil," katanya.

  • Diberitakan sebelumnya Kepolisian Resor Dumai bekuk 3 orang pelaku tindak pidana Pertambangan Mineral Dan Batu Bara (Minerba) ilegal, Jumat (20/11/2020) di Jalan Arifin Ahmad Lintas Dumai Pakning.

  • Ketiga pelaku tindak Pidana Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) ilegal yang berhasil diamankan berinisial BS (24) warga Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir selaku operator excavator, IS (40) warga Kecamatan Bukit Kapur selaku kernet excavator dan SP (25) warga Kecamatan Medang Kampai selaku pemilik lahan Pertambangan Mineral Dan Batu Bara (Minerba) ilegal.

  • Penangkapan tersebut bermula dari saat piket Babinkamtibmas melakukan patroli rutin dan menemukan adanya kegiatan pertambangan tanah uruk yang diduga dilakukan secara ilegal yang dilakukan 3 tersangka.

  • Menemukan hal tersebut Polsek Medang kampai berkoordinasi dengan satreskrim Polres Dumai Kanit Tipidter Polres Dumai melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi di jalan Arifin Ahmad Lintas Dumai Pakning RT. 006 Kelurahan Pelintung Kecamatan Medang Kampai.

  • Dilokasi tersebut, ditemukan 3 pelaku yang sedang melakukan aktifitas pertambangan tanah uruk secara ilegal menggunakan alat berat.

  • Saat dilakuka pemeriksaan dan meminta menunjukkan izin pertambangan, ketiga tersangka baik pemilik lahan maupun 2 orang pekerja tidak dapat memperlihatkan izin izi. sehingga kita lakukan pengamanan, kata Kapolsek.

  • Bersama ketiga pelaku tindak pidana pertambangan mineral dan batu bara (Minerba) ilegal polisi ikut memgamankan barang bukti (BB) berupa 1 unit excavator Hitachi PC210 dan 1 buah buku rekapan penjualan tanah. Serta untuk mempertanggung awabkan perbuatannya, ketiganya akan dijerat Pasal 158 Jo Pasal 35 UU No. 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan UU No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara," terang Kapolsek.

  • Dari pantauan anggota dilapangan diduga ada 7 lokasi usaha pertambangan tanah uruk yang dilakukan secara ilegal dan satu diantaranya diduga milik perusahaan, kata Kapolsek. (Red)