Polres Dumai Bekuk Tiga Pelaku Galian C

redaksi
Sar
Alat berat yang digunakan pelaku untuk mengeruk tanah dilokasi tambang.
  • Xnewss.com, Dumai- Kepolisian Resor Dumai bekuk 3 orang pelaku tindak pidana Pertambangan Mineral Dan Batu Bara (Minerba) ilegal, Jumat (20/11/2020) di Jalan Arifin Ahmad Lintas Dumai Pakning.

  • Ketiga pelaku tindak Pidana Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) ilegal yang berhasil diamankan berinisial BS (24) warga Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir selaku operator excavator, IS (40) warga Kecamatan Bukit Kapur selaku kernet excavator dan SP (25) warga Kecamatan Medang Kampai selaku pemilik lahan Pertambangan Mineral Dan Batu Bara (Minerba) ilegal.

  • Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta ketika dikonfirmasi Kapolsek Medang Kampai AKP Saudi membenarkan adanya penangkapan dugaan pertambangan ilegal tanah uruk diwilayah hukumnya tersebut.

  • Penang kapan tersebut bermula dari saat piket Babinkamtibmas melakukan patroli rutin dan menemukan adanya kegiatan pertambangah tanah uruk yang diduga dilakukan secara ilegal yang dilakukan 3 tersangka.

  • "Menemukan hal tersebut kita dari Polsek Medang kampai berkoordinasi dengan satreskrim Polres Dumai Kanit Tipidter Polres Dumai melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi di jalan Arifin Ahmad Lintas Dumai Pakning RT. 006 Kelurahan Pelintung Kecamatan Medang Kampai," jelas AKP Sahudi.

  • Dilokasi tersebut, ditemukan 3 pelaku yang sedang melakukan aktifitas pertambangan tanah uruk secara ilegal menggunakan alat berat.

  • Saat dilakuka pemeriksaan dan meminta menunjukkan izin pertambangan, ketiga tersangka baik pemilik lahan maupun 2 orang pekerja tidak dapat memperlihatkan izin izi. sehingga kita lakukan pengamanan, kata Kapolsek.

  • "Kemudian bersama ketiga pelaku tindak pidana pertambangan mineral dan batu bara (Minerba) ilegal, turut diamankan barang bukti (BB) berupa 1 unit excavator Hitachi PC210 dan 1 buah buku rekapan penjualan tanah. Serta untuk mempertanggung awabkan perbuatannya, ketiganya akan dijerat Pasal 158 Jo Pasal 35 UU No. 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan UU No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara," terang Kapolsek.

  • Dari pantauan anggota dilapangan diduga ada 7 lokasi usaha pertambangan tanah uruk yang dilakukan secara ilegal dan satu diantaranya diduga milik perusahaan, kata Kapolsek.

  • "Kita akan terus melakukan pemantauan terhadap lokasi lokasi yang diduga berlangsung kegiatan pertambangan dan kita menghimbau kepada pemilik lahan yang ada di Kecamatan Medang Kampai khususnya tidak melakukan kegiatan pertambangan selagi belum memiliki izin pertambangan dari dinas terkait," pungkasnya. (Sar)