Pelaku Utama Pembunuh Kartini Berhasil Diamankan Polisi

redaksi
Pelaku Utama Pembunuh Kartini Berhasil Diamankan Polisi
Istimewa
  • Xnewss.com, Dumai - SR (38) diamankan polisi setelah sembilan hari menjadi buron kasus kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan atau pembunuhan berencana dan atau pembunuhan pada Jumat (25/8/2023) lalu.

  • Personel Sat Reskrim Polres Dumai dan Unit Reskrim Polsek Bukit Kapur bersama tim Tekab 308 Sat Reskrim Polres Lampung Timur, Unit Reskrim Polsek Pasir Sakti dan Unit Reskrim Polsek Jabung, berhasil membekuk SR (38) warga Kelurahan Gurun Panjang, Kecamatan Bukit Kapur yang menjadi buron kasus kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan atau pembunuhan berencana dan atau pembunuhan, Rabu (6/9) sekira pukul 16.30 WIB.

  • Tersangka yang diduga sebagai pelaku utama terbunuhnya Kartini (41) yang merupakan istrinya tersebut diamankan di Desa Beteng Sari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung setelah selama 10 hari kabur dari kejaran petugas.

  • Kapolres Dumai AKBP Dhovan Oktavianton, didampingi Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Bayu Ramadhan Effendi, mengatakan SR adalah suami korban dan merupakan pelaku utama dalam pembunuhan sadis Kartini (41) yakni mayat wanita yang sebelumnya ditemukan dalam keadaan dibungkus karung di pinggir parit yang berada di bawah jembatan, tepatnya di Jalan Akasia, Kelurahan Bukit Kapur, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai pada Jumat (25/8) lalu.

  • Tertangkapnya SR ternyata membuka tabir baru dalam upaya menghabiskan nyawa Kartini. Sebelum dibunuh menggunakan palu, Kartini sempat diracun oleh pelaku dan anak-anaknya dalam upaya menghabiskan nyawa korban namun upaya tersebut gagal.

  • "Dari hasil penyelidikan awal diketahui sebelumnya SR telah melakukan percobaan pembunuhan terhadap Kartini dengan cara meracun korban," ujar AKBP Dhovan, Kamis (07/09/2023).

  • Diterangkan Kapolres, 10 hari sebelum pembunuhan Kartini terjadi, pelaku SR sebelumnya sudah berusaha membunuh korban dengan meracunnya. Dimana pelaku membeli racun di toko online seharga Rp. 560.000 dan menyuruh anak kandung korban berinisial LZP (12) mencampurkan racun yang dibelinya tersebut kedalam kopi.

  • Setelah mencampurkan racun yang dibelinya kedalam kopi korban, korban menyuruh anaknya untuk memberikan kopi tersebut kepada korban yang akhirnya diminum oleh korban.

  • "Namun cara tersebut tidak berhasil dan Kartini masi bisa selamat meski telah meminum kopi yang dicampur racun oleh anaknya tersebut namun," terang Kapolres.

  • Tidak berhasil menghabiskan nyawa korban dengan racun, pelaku akhirnya membunuh kartini dengan menggunakan palu dengan dengan memukul dada menggunakan palu berulang kali saat korban sedang tertidur pulas didalam kamarnya.

  • "Saat membunuh korban dengan menggunakan palu, SR dibantu oleh anak kandungnya berinisial TK (14) atau anak tiri korban. Dimana secara bersama memukul korban dengan palu yang memang sudah disiapkan oleh SR," terang Kapolres.

  • "SR merupakan pelaku utama dalam pembunuhan sadis Kartini yakni mayat wanita yang sebelumnya ditemukan dalam keadaan dibungkus karung di pinggir parit yang berada di bawah jembatan, tepatnya di Jalan Akasia, Kelurahan Bukit Kapur, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai," terang Kapolres.

  • SR nekat menghabisi nyawa istrinya dibantu oleh dua orang anaknya yang masih remaja karena rasa sakit hati dan dendam kepada sang istri karena kerap berlaku kasar kepadanya dan anak-anak mereka. Sehingga SR mengajak anak-anak mereka yang masih berusia dibawah umur tersebut untuk bersama-sama menghabisi nyawa sang istri, tambah Kapolres.

  • "Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, SR (38) akan dijerat Pasal 44 Ayat 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) dan Pasal 340 Jo Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun,"tegas AKBP Dhovan.


  • Diberitakan sebelumnya Kartini wanita berusia 41 tahun yang ditemukan tidak bernyawa lagi jembatan sungai 1 Jalan Akasia (area PT Arara Abadi) RT 013, Kelurahan Bukit Kayu kapur, Kecamatan Bukit Kapur dengan kondisi terbungkus gonu tenyata merupakan korban pembunuhan seperti yang diperkirakan polisi.

  • Aksi pembunuhan tersebut dilakukan oleh suami SR dan kedua anak korban TK (14) dan LZP (12) yang merasa sakit hati dengan korban yang sering menganiaya mereka dan selingkuh dari sang ayah.

  • Kettua RT 10, Kelurahan Gurung Panjang, Sunan Hariono mengatakan dirinya kalau korban dan suaminya sempat berkelahi dan sehari sebelum tidak ditemukan lagi dirinya sempat mendamaikan korban dan pelaku yang merupakan suaminya.

  • "Pasangan ini saat menikah, masing masing membawa seorang anak dan memang sering terjadi perselisihan dalam rumah tangga mereka diantaranya adalah diduga korban berselingkuh dengan pria lain dan sering melakukan penganiayaan terhadap anak anak nya," ujar Sunan.

  • Dikatakan Sunan, dari keterangan yang didapatnya aksi pembunuhan tersebut berlangsung pada Rabu (23/8) malam sebelum dua hari korban ditemukan oleh warga, Jumat (25/08/2023).

  • Dimana korban dibunuh didalam kamarnya oleh pelaku dengan menggunakan palu aaat korban sedang tidur didalam kamarnya.

  • Usai membunuh korban, suami korban dan anaknya membungkus jenazah korban dengan karpet untuk kemudian dimasukkan ke goni dan diletak dianak sungai.

  • "Dari keterangan anak korban, saat akan menghanyutkan jenazah korban ayahnya sempat mengumandangkan azan sementara anak tirinya membacakan surah Alfatihah sebanyak 3 kalu dan anak kandungnya mendoakan dan meminta ampun karena sudah membunuh ibunya," terang Sunan. (Agung)