Pelaku Suami Bakar Istri Masih Kritis, Polisi Belum Ketahui Motifnya

redaksi
Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Fajri.

Xnewss.com, Dumai- Masih segar dalam ingatan, peristiwa sadis yang terjadi Di kota Dumai, pada Selasa (8/12), RS (22) pelaku membunuh istrinya dengan cara membakar, ternyata masih menjalani perawatan medis secara intensif di RSUD Kota Dumai.

Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudhisthira melalui Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Dumai, AKP Fajri mengungkapkan, bahwa sampai saat ini pelaku pembunuhan masih mendapatkan perawatan intensif di ICU RSUD Kota Dumai.

Dirinya mengaku, kondisi pelaku saat ini masih dirawat, karena mengalami luka parah akibat ikut terbakar api dan sempat dihajar massa yang geram.

"Pelaku masih di Ruangan ICU RSUD Kota Dumai dengan kondisi kritis, dan belum dapat kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisinya saat ini kritis," katanya, Ahad (10/12).

Fajri mengatakan, pelaku belum bisa dimintai keterangan karena kondisi korban sedang ditangani di ICU, korban mengalami korban luka bakar parah. ‎

"Kita masih menunggu perkembangan kondisi pelaku yang kini tengah mendapatkan perawatan dari pihak Rumah sakit, kondisinya memang kritis," pungkasnya.

Sebelumnya, Pelaku berinisial RS (22) berhasil ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian Polres Dumai, dan selanjutnya dibawa ke RSUD Kota Dumai untuk mendapatkan perawatan.

Suami korban, dengan tega membakar korban dengan cara menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

kejadian tragis itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (8/12) di kedai kelontong milik korban yang berada di Jalan Hasanuddin.

Korban diketahui bernama Rahmi (28) warga Jalan Meranti Darat RT 02 Kelurahan Ratu Sima Kecamatan Dumai Selatan tewas dengan kondisi terpanggang.

Adik korban, Risa mengaku pelaku secara tiba-tiba membawa bensin dan api serta langsung menyiram kakaknya yang sedang berbaring di kedai kelontong.

"Saat itu saya ada juga di TKP, saya juga ikut terkena, dia(pelaku) juga sering mengancam akan membakar kakak saya, " imbuhnya.

Risa mengatakan pelaku yang merupakan suami kakaknya memang seringkali mengancam membunuh kakaknya.

"Kakak saya sudah hampir setahun ini pisah ranjang, mau bercerai, karena pelaku kerap berlaku kasar, tapi pelaku tidak mau bercerai," ujarnya.

Risa berharap pelaku dihukum setimpal atas perbuatan sadisnya yakni dengan hukuman mati, karena perbuatanya sudah sangat kejam.(Sar)