Menguak Jalan Mulus Bisnis Kapal Ekspedisi 'Siluman' di Karimun

redaksi
Menguak Jalan Mulus Bisnis Kapal Ekspedisi 'Siluman' di Karimun

Xnewss.com,Batam-Hilir-mudik kapal ekspedisi 'siluman' di Karimun semakin masif dan tidak tersentuh oleh pemeriksaan dari aparat terkait yang berwenang.

Jelas saja hal ini menjadi pertanyaan, apakah jeratan hukum jika melanggar ketentuan para pengusaha ini telah dikondisikan?

Salah satunya melalui jasa pengiriman paket menggunakan kapal-kapal siluman pengangkut barang. Mereka tampak leluasa menjalankan aktivitas ini

Kondisi ini begitu jelas terlihat di kawasan Kam Kong, Meral. Tampak kapal kayu bernama KM Selat Indah 2 membawa berbagai jenis barang dan akan sandar di pelabuhan tikus di kawasan itu.

Mirisnya lagi, aktivitas itu tidak jauh dari komplek Bea Cukai yang seharusnya mendeteksi hal-hal demikian.

"Kalau itu memang rutin, bisa dua hingga tiga kapal dalam sehari yang datang dari Batam dengan membawa barang logistik," ungkap seorang sumber kepada media ini.

Adapun barang-barang yang berada di atas kapal itu terdiri dari beragam jenis, paket kebutuhan rumah tangga, hingga diduga ballpress dan rokok yang dibawa dari kawasan Tanjung Riau, Batam.

Padahal, Batam merupakan wilayah dengan skema ekonomi FTZ. Sehingga proses regulasi yang dilakukan juga sangat berbeda.

"Kalau kita Karimun hanya beberapa kawasan saja yang FTZ, tapi tempat bongkar barang muatan ini tidak termasuk," kata dia.

Ia merasa jika pengawasan terhadap aktivitas itu sangat perlu dilakukan secara melekat.

Sebab, ini bisa saja dimanfaatkan para pengusaha nakal untuk menyelundupkan berbagai barang ilegal.

"Aparat terkait lah yang lebih paham, bagaimana potensinya. Tentu pengawasan harus terus diperketat, termasuk memeriksa barang-barang ini. Apa saja yang mereka bawa," tutup dia. (Tim)