BC Dumai Musnahkan Barang Bukti Penindakan yang Merugikan Negara Rp 1,1 Miliar

redaksi
Xnewss.com,DUMAI - Bertempat di lapangan gudang Bea Cukai Dumai, Kamis (10/12/2020) dilaksanakan pemusnahan barang hasil penindakan Petugas Bea

Cukai Dumai yang telah ditetapkan menjadi Barang Milik Negara (BMN).


Pemusnahan tersebut dipimpin langsung Kepala Bea Cukai Dumai, Fuad Fauzi dihadiri dan disaksikan undangan dari Dandim Dumai, Polres Dumai, Danramil, KPKNL Dumai, PN Dumai, Lanal Dumai, Dinas Lingkungan Hidup Dumai, Kajari Dumai dan undangan lainnya.


Adapun data barang yang di musnahkan hari ini adalah, rokok berbagai merk sebanyak 58.196 slip, balpress 120 bale, pakaian bekas 194 karung, liquid Vape 218 botol.


Ikan teri 20 karton, handphone berbagai merk 21 unit, aksesoris handphone 50 pcs, makanan roti Apollo 40 karton, kosmetik 54 pack/pcs, sepatu bekas 20 pasang, kapal.kayu 1 unit, spare part mobil 12 pcs, bola golf 5 koli, minyak ikan 58 botol, dan barang campuran 18 koli.


Barang yang dimusnahkan ada yang di bakar, dipotong dan dipecahkan.


"Pemusnahan BMN tersebut merupakan pemusnahan barang milik negara yang berasal dari penindakan oleh Bea Cukai Dumai tahun 2019 sampai dengan 2020," kata Kepala Bea Cukai Dumai, Fuad Fauzi


Atas barang barang tersebut dilakukan penindakan dan

penegahan oleh petugas Bea Cukai Dumai karena atas barang barang tersebut melanggar ketentuan Larangan Pembatasan (Lartas) saat importasinya, Melanggar ketentuan Undang-Undang Cukai, serta Melanggar ketentuan Kepabeanan. Terangnya.


Kegiatan pemusnahan atas Barang Milik Negara (BMN) ini, dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan pemusnahan barang oleh Kepala Kantor Pelayanan KekayaanNegara dan Lelang Dumai atas nama Menteri Keuangan.


Kegiatan penindakan yang dilakukan petugas Bea Cukai Dumai ini merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjalankan fungsi yang diemban Bea Cukai sebagai Community Protector, yaitu Bea Cukai berkewajiban untuk melindungi masyarakat dari barang-barangilegal yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat maupun lingkungan.


Penindakan yang dilakukan merupakan atas pelanggaran yang dilakukan dibidang kepabeanan yangmelanggar UU No 17 Tahun 2006 dan penindakan atas rokok illegal, yang melanggar ketentuan UU No 39 Tahun 2007 tentang Cukai.


Hal ini merupakan wujud kesungguhan segenap petugas Bea Cukai untuk menciptakan iklim usaha yang adil dan berimbang sertamelindungi masyarakat dari barang-barang illegal.


Total keseluruhan nilai barang yang dimusnahkan adalah sebesar Rp.223.628.000, sementara total kerugian negara atas barang penindakan yang dimusnahkan sebagai berikut, Rokok sekitar Rp 1.111.107.813,68, Liquid Vape sekitar Rp 7.681.290, total potensi kerugian negara sekitar Rp.1.118.789.103,68.


Peredaran rokok illegal dan vape, selain mengancam Negara dari sisi penerimaan cukai, juga akan menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat.


Selain itu, harga rokok illegaldan vape illegal yang murah akan meningkatkan konsumsi atas barang yang seharusnya diawasi peredarannya dan dibatasi konsumsinya.


Peredaran barang barang bekas (pakaian bekas pakai, kosmetik, makanan) akan membahayakan masyarakat yang menggunakannya, baik dari segi keselamatan maupunancaman kesehatan atas penggunaannya.


Pemusnahan dilakukan untuk memberikan efek jera bagi pelaku pelanggaran dan merupakan upaya penegakan hukum untuk melindungi Negara dan kalangan industri darimasuk dan beredarnya barang barang illegal. Pungkasnya. (Red)