Aniaya Anak Alasan Pengobatan Pekong, Pasutri Ini Di Bekuk Polsek Bangko

redaksi
Humas
  • Xnewss.com,Bagansiapiapi -Pasangan suami istri Bun Jan alias Acan (65) dan Hong Kuok Al Meryana alias Mery (56) warga Kelurahan Bagan Timur Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir di amankan Polsek Bangko setelah menerima laporan saksi Johannes (37) membuat Laporan Polisi ke Polsek Bangko karena tidak terima mendapati video penganiayaan suami isteri itu terhadap anaknya bernama Ju Venny Magdalena alias Venny (36) di kediamannya, pada Senin (10/05/2021)Pukul 15.00 WIB.

  • Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasubbag Humas Polres Rohil AKP Juliandi SH membenarkan adanya pengungkapan Perkara tindak pidana penganiayaan atau kekerasan fisik dalam rumah tangga di wilayah hukum Polres Rohil tepatnya di Polsek Bangko.

  • Awalnya, pelapor mendapat video tentang penganiayaan terhadap korban, yang diketahui bahwa korban Saudari Venny tersebut mengalami gangguan mental yang diakukan oleh orang tuanya, dengan cara mengikat kedua kaki korban dengan rantai serta menutup mulutnya dengan lakban dan melakukan pemukulan terhadap tubuh korban.

  • Setelah memperoleh video tersebut pelapor datang ke Polsek Bangko membuat laporan.
  • Selanjutnya piket SPKT, Piket Reskrim serta Bhabinkamtibmas mendatangi rumah tersebut dengan didampingi ketua RT setempat.

  • Pada saat diamankan petugas, kedua terlapor tidak mau membuka pintu rumah dan digembok dari dalam, setelah dilakukan mediasi selama lebih kurang satu jam akhirnya terlapor bersedia membuka pintu dan selanjutnya terlapor dan korban dibawa ke Polsek Bangko guna pemeriksaan lebih lanjut.

  • "Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban bahwa ianya sering dipukul oleh kedua orang tuanya dengan alasan untuk pengobatan pekong karena kamasukan setan, akibat penganiayaan tersebut korban mengalami trauma dan tekanan mental," terang AKP Juliandi SH.

  • Adapun akibat pemukulan itu korban Venny mengalami luka memar pada paha kanan, paha kiri diatas lutut dan sudut bibir atas sisi kanan.

  • "Sementara alat bukti berupa
  • Rekaman Video, Visum et refertum, Menjadi barang bukti untuk menjatuhkan tersangka diduga telah melanggar pasal 44 KUHPidana tersebut," ujarnya. (Red)